Jam digital

Selasa, 08 Desember 2009

Menteri Pu Resmikan Proyek Penanganan Banjir Dan Rob di Semarang



Kamis(15/10) bertempat di Gua Kreo diadakan acara Pencanangan Program JBIC Loan IP-534 dan Polder Banger
dan Loan IP-505 di Kab. Grobogan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Hadir dalam acara pencanangan program tersebut
Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo, Walikota Semarang,
H. Sukawi Sutarip, SH, SE, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana, Kepala Dinas Cipta Karya,
Forpida, Kepala SKPD serta warga masyarakat Kelurahan Gunung Pati.
Walikota Semarang, H. Sukawi Sutarip, SH, SE dalam sambutan selamat datangnya mengungkapkan rasa terima
kasih atas perhatian yang diberikan bagi warga Kota Semarang atas pembangunan berbagai proyek penanggulangan
rob dan banjir yang diresmikan Menteri Pekerjaan Umum. “Saat ini Pemkot sedang mengajukan usulan proyek
pembangunan sarana prasarana lain yang menunjang proyek Loan Ip 534,” ungkap Walikota. Proyek yang
diajukan tersebut antara lain proyek pembangunan Banjir Kanal Luar Timur melalui Kali Babon, Banjir Kanal Luar Barat
melalui Kali Beringin,serta pembangunan penyekat atau penahan air dari luar Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah,
H. Bibit Waluyo, dalam sambutannya juga mengungkapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada warga
Jawa Tengah atas proyek di Kota Semarang dan Kab. Grobogan yang diresmikan Menteri Pekerjaan Umum. Gubernur
juga meminta agar warga masyarakat dan pemerintah daerah aktif dalam mengawasi berjalannya proyek sehingga
dapat berjalan tepat waktu dan bermanfaat bagi daerah dan warga masyarakat. Dalam pencanangan Kamis pagi
tersebut, Menteri PU-RI meresmikan program JBIC Loan IP 534 yang terdiri dari 3 komponen yaitu komponen A, B, dan
C. Komponen A adalah proyek penanganan Banjir Kanal Barat dengan menjadikan Kali BBanjir Kanal Barat sebagai
flood way. Sedangkan komponen B merupakan proyek pembuatan Multi Propose Dam Jatibarang yang mempunyai
ketinggian 77 meter dan mampu menampung debit air sebanyak 21 juta m3. Manfaat dari pembangunan proyek Multi
Propose Dam Jatibarang tersebut diantaranya adalah untuk mensupply tenaga listrik, pengendalian banjir serta untuk
pariwisata. Komponen ketiga dalam program JBIC Loan IP 534 adalah komponen C yang merupakan proyek
penanganan sistem drainase wilayah tengah dengan melaksanakan penanganan Kali Semarang, Kali Baru, Kali Banger
dan menjadikan jalan Arteri Utara sebagai tanggul. Penanganan Kali Semarang dilaksanakan dengan pembuatan kolam
retensi dan stasiun pengendali banjir dengan kapasitas pompa 35m3 per detik. Sedangkan untuk penanganan Kali
Banger dengan stasiun pengendali banjir yang mempunyai kapasitas pompa 12 m3 per detik. Selain penanganan Kali
Semarang dan Kali Banger tersebut, masih terdapat satu lagi proyek yang termasuk dalam komponen C yaitu
peninggian tanggul di sepanjang Jalan Arteri Utara yang direncanakan akan dilaksanakan pula pada tahun 2010. Hal
tersebut, diungkapkan Menteri PU dalam sambutannya. Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, juga
mengungkapkan bahwa program pembangunan sumber daya air yang diresmikan pada Kamis(15/10) tersebut menelan
biaya yang cukup besar, oleh karenanya diharapkan dapat benar-benar berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi
seluruh warga Kota Semarang dalam penanggulangan masalah rob dan banjir. Proyek-proyek tersebut, lanjut Menteri
PU, juga dapat bermanfaat dalam penyediaan air bersih, menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,5 megawatt,
menyediakan wisata air serta sebagai salah satu upaya dalam mengurangi penurunan tanah yang diakibatkan
penggunaan air tanah. “Pembangunan waduk Jatibarang yang diarahkan pada konservasi juga tetap menjaga
habitat kera yang berada di bukit-bukit Gua Kreo serta memberikan akses dengan dibangunnya jembatan menuju bukitbukit
tersebut,” lanjut Menteri PU. Proyek pembangunan program Loan IP-534 tersebut, lanjut Menteri PU,
merupakan bantuan pinjaman luar dari Pemerintah Jepang yang terintegrasi dalam 3 komponen kegiatan lintas sektor
yang ditangani bersama pemerintah pusat melalui Dirjen Cipta Karya, Dirjen SDA, Pemprov Jateng, dan Pemkot
Semarang. Menteri PU juga mengungkapkan agar Pemprov, Pemkot, warga masyarakat, serta pers dapat berperan aktif
dalam mengawasi pelaksanaan proyek sehingga dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Selain itu, Ir.
Djoko Kirmanto, Dipl. HE, juga mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kebersamaan tidak hanya dalam
pelaksanaan proyek tetapi juga dalam pemanfaatannya nanti. Menteri berharap agar dengan terselesaikannya proyek
ini nantinya dapat pula dibarengi dengan pengelolaan program lain terkait dengan baik, seperti mengenai pengelolaan
sampah dan pemukiman. Perilaku masyarakat juga harus mendukung suksesnya berbagai program yang telah
dibangun. Lebih lanjut, Menteri PU mengajak seluruh dinas, elemen terkait, serta warga masyarakat untuk menjaga
komitmen yang kuat dalam menjaga fungsi dan sarana prasarana yang telah dibangun. Dalam acara tersebut, Menteri
PU sekaligus meresmikan proyek Polder Banger dengan bantuan Pemerintah Belanda serta Loan IP-505 pembangunan
Kali Lanang yang akan dilaksanakan di Kabupaten Grobogan. Pembangunan polder Banger merupakan sub sistem
proyek drainase yang diharapkan dapat mengurangi genangan rob di Koat Semarang. Peresmian pembangunan proyek
baik proyek Loan IP-534 maupun Loan IP-505 ditandai dengan penekanan tombol oleh Menteri PU serta
penandatanganan kontrak dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai serta Kepala Dinas Cipta Karya. Usai
penandatangan kontrak, rombongan Menteri, Gubernur dan Walikota mengadakan press conference di Rumah Dinas
Walikota untuk selanjutnya melakukan tinjauan ke lokasi proyek. Malam sebelumnya, Selasa(14/10) bertempat di Gua
Kreo diadakan acara Malam Tirakatan Rencana Pencanangan Kegiatan Loan IP-534 dan Polder Banger di Kota
Semarang dan Loan IP-505 di Kab. Grobogan. Hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Jawa Tengah beserta ibu,
Walikota Semarang, Plt. Sekda Kota Semarang, kepala SKPD serta warga masyarakat yang terkena proyek. Dalam
sambutannya, Gubernur mengajak seluruh hadirin untuk berdoa agar pelaksanaan proyek lancar sehingga dapat dapat
meghentikan banjir dan rob yang terjadi di Kota Semarang. Usai memberikan sambutan Gubernur, memotong tumpeng
nasi kuning yang kemudian diserahkan kepada Bapak Sugino pewakilan warga masyarakat terkena proyek.

sumber : Pemkot Semarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan isikan Pesan dan Komentar anda tentunya tidak mengandung unsur Zara, Fitnah dan perbuatan yang tidak terpuji.