Jam digital

Rabu, 09 November 2011

Gedung Putih Buat Pernyataan Terkait Alien

alien illustrasi

Moscow (ANTARA/RIA Novosti-OANA) - Gedung putih mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada bukti yang kuat jika makhluk luar angkasa (ET) atau alien pernah melakukan kontak dengan manusia.
Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi Amerika Serikat menyusul dua petisi yang muncul di laman Gedung Putih "We The people".
Laman tersebut dimaksudkan untuk menyuarakan inisiatif dan keluhan warga AS melalui petisi terhadap presiden dan pemerintah AS dan akan direspon bila cukup banyak warga yang menandatanganinya.
Kedua petisi soal alien yang berhasil mengumpulkan tandatangan sebanyak 17.000 itu, yakni "segera ungkapkan pengetahuan pemerintah soal mahluk luar angkasa dan komunikasi pemerintah dengan mereka," dan "secara resmi buat pernyataan mengenai kehadiran makhluk luar angkasa yang berhubungan dengan manusia - Pengungkapan Rahasia."
"Pemerintah AS tidak memiliki bukti bahwa ada kehidupan di luar bumi, atau ada makhluk luar angkasa yang melakukan kontak atau berhubungan dengan umat manusia," kata pejabat senior divisi kebijakan dan komunikasi Gedung Putih, Phil Larson, dalam pernyataannya.
Selain, kata Larson, tidak ada informasi yang kredibel yang menunjukkan bahwa ada bukti yang tersenbunyi dari mata publik.
Meskipun begitu, Larson mengatakan tidak menutup kemungkinan kehidupan di luar angkasa dibahas dan dieksplorasi, termasuk beberapa proyek NASA. Bahkan tidak mengesampingkan bahwa hal itu memang benar adanya.
"Banyak ilmuwan dan ahli matematika sampai pada kesimpulan bahwa ada kemungkinan yang cukup tinggi di suatu tempat di antara triliunan-trilunan bintang di alam semesta ada planet lain selain bumi dimana kita hidup," jelasnya.
sumber : antara

Ilmuwan Australia Temukan Herbisida Obat Malaria


YOGYAKARTA - Ilmuwan Australia, Geoff McFadden, menemukan obat dan herbisida untuk menyembuhkan malaria.
Melalui siaran pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu (9/11), McFadden menyebutkan hasil penelitiannya menunjukkan parasit malaria pada awalnya seperti organisme tumbuhan yang hidup dengan fotosintesis.
"Kami menemukan jejak-jejak genetis utama yang mirip metabolisme tanaman pada parasit malaria. Parasit itu berpindah dari kehidupannya sebagai tanaman uniselular ke gaya hidup parasit baru pada darah manusia," kata McFadden.
Menurut dia, obat-obatan dan herbisida baru atau senyawa yang disebar pada tanaman bisa digunakan untuk mengatasi malaria. "Penemuan ini memberi kita cara baru untuk memerangi penyakit dengan menggunakan obat-obatan dan herbisida yang pada awalnya dirancang untuk membunuh tanaman," paparnya.
Ia mengatakan senyawa herbisida beberapa di antaranya tidak beracun bagi manusia, sehingga bisa digunakan sebagai obat malaria.
Malaria merupakan masalah besar kesehatan seluruh dunia karena mengakibatkan kerugian besar, terutama di kawasan tropis. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO terdapat 500 juta orang yang terjangkit malaria, dan satu juta di antaranya meninggal setiap tahunnya.
Data WHO juga menunjukkan penyakit malaria terkonsentrasi di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. "Pada saat ini tidak ada vaksin, karena parasit itu kini kebal terhadap hampir semua obat-obatan yang ada," katanya.
Menurut dia, malaria dapat disembuhkan apabila penderita terdiagnosa dan segera diobati dengan baik.

Asteroid Raksasa Melintas Dekat Bumi...Jika Serempet, Bisa Sebabkan Gempa 7 SR


 Sebuah asteroid seukuran sebuah  pesawat terbang akan melewati Bumi dalam jarak delapan persepuluh dari jarak bulan. Inilah jarak yang paling dekat dengan Bumi dari obyek seukuran ini dalam 30 tahun ini.
Jarak terdekat akan terjadi pada Selasa pukul 18.28 ET (besok pagi WIB) saat asteroid ada dalam jarak  202 ribu kilometer dari planet kita, kata NASA.
Badan antariksa AS ini mengklasifikasikan asteroid itu sebagai "objek berpotensi berbahaya."
Jika asteroid itu sampai menabrak bumi, dapat menyebabkan ledakan 4.000 megaton dan gempa bumi 7,0 skala Richter, menurut para ilmuwan di Purdue University. Jika jatuh ke laut, bisa menyebabkan tsunami setinggi 70 kaki hingga 60 mil dari lokasi kecelakaan, para ahli mengatakan.
Namun, batu angkasa, yang disebut Asteroid 2005 YU55, tidak menimbulkan ancaman tabrakan dengan Bumi, menurut Near Earth Object Program NASA.
NASA berencana untuk mempelajari asteroid dengan antena radar Goldstone di Gurun Mojave California. Antena Goldstone adalah teleskop radio yang sangat sensitif yang digunakan untuk menyelidiki quasar, pemetaan radar planet dan komet.
Para ilmuwan berencana untuk merekonstruksi bentuk asteroid dengan resolusi halus  13 kaki (4 meter) dengan menggunakan antena. Pengamatan juga dijadwalkan di Observatorium Arecibo di Puerto Rico.
Ini juga akan memberikan kesempatan langka bagi para astronom amatir untuk secara langsung mengamati asteroid dengan teleskop optik.
sumber :republika.co.id